Dosen UNSIQ Raih Penghargaan Penulis Inspiratif Monograf AIAT 2025
CIREBON — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (FSH UNSIQ) Wonosobo menghadiri Annual Meeting ke-8 Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia yang berlangsung di UIN Siber Syekh Nur Jati Cirebon, Jumat hingga Senin (28/11–1/12/2025). Kegiatan tahunan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Internasional Tafsir yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara.
Pada pembukaan acara, AIAT memberikan sejumlah penghargaan kepada pegiat tafsir nasional. Salah satu tokoh UNSIQ, Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, menerima Nominasi Penulis Inspiratif Monograf AIAT 2025. Selain itu, ia turut tampil sebagai panelis dengan memaparkan kajian bertema Neurotafsir, pendekatan yang mengintegrasikan neurosains dengan tafsir Al-Qur’an.
Annual meeting AIAT tahun ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, di antaranya perubahan syarat keanggotaan serta penetapan mata kuliah wajib asosiasi bagi Program Studi IAT di seluruh Indonesia. Untuk Program S1 ditetapkan 15 mata kuliah wajib, seperti Ulumul Qur’an, Sejarah Al-Qur’an, Ushulut Tafsir wa Qawaiduhu, Tahfiz Al-Qur’an, Ilmu Qiraat, Studi Kitab Tafsir, Mazahibut Tafsir, Tafsir Tematik, Ulumul Hadis, Hermeneutika, Kajian Barat atas Al-Qur’an, hingga Tafsir Nusantara.(Link Keputusan)
Sementara itu untuk Program Pascasarjana (S2), mata kuliah wajib meliputi Hermeneutika Tafsir, Metode Penelitian Tafsir, Sejarah Tafsir, dan Kajian Literatur Ulumul Qur’an. Penetapan tersebut bertujuan menyeragamkan standar kurikulum IAT di tingkat nasional.












UNSIQ mengirimkan delegasi lengkap dalam kegiatan tersebut, yakni Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, Dr. Arif Al Wasim, M.S.I (Kaprodi IAT), Sawaun, M.Hum (Sekprodi IAT), Dr. Maurisa Zinira, M.A (Kaprodi IAT S2), serta para dosen IAT FSH UNSIQ: Hilmy Pratomo, M.Ag, Ahmadiy, M.Hum, dan Farah Faida, M.S.I.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN SSC, Prof. Aan Jaelani, bersama Direktur DIKTIS Kemenag RI dan Presiden AIAT, Prof. Sahiron. Selain mengikuti rangkaian sidang pleno dan seminar, delegasi UNSIQ juga memanfaatkan waktu untuk melakukan eksplorasi budaya Cirebon, meliputi kunjungan ke Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Makam Sunan Gunung Jati. Delegasi juga melaksanakan tracer study alumni UNSIQ yang berdomisili di wilayah Cirebon.
Kehadiran UNSIQ dalam kegiatan nasional tersebut sekaligus menjadi momentum syukur atas capaian Akreditasi “Unggul” bagi Prodi IAT FSH UNSIQ yang diterima satu bulan sebelumnya. Pihak fakultas menilai keikutsertaan dalam annual meeting AIAT memperkuat jejaring akademik serta menjadi langkah strategis dalam pengembangan kajian tafsir di tingkat nasional.

