SEMARANG, 15 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo sukses melaksanakan kegiatan Studi Pengalaman Lapangan (SPL) di Kota Semarang. Kegiatan akademik ini mengintegrasikan dua lokus strategis, yaitu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang dan Planetarium serta Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Kegiatan ini didampingi oleh Dosen diantaranya Rohatun Nihayah, S.H.I, M.S.I; Fuad Hasyim, M.H; Muhammad Affan Nur Atqiya, S.H, M.H; Nur Fithry Rohmatul Wardah, M.H.
Kunjungan ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai implementasi hukum di masyarakat, baik dari perspektif sosiologi hukum kemasyarakatan maupun aplikasi sains dalam hukum Islam (Ilmu Falak).
Tinjau Pembinaan Lapas Perempuan dari Sisi Yuridis dan Sosiologis
Di lokus pertama, mahasiswa berfokus pada pengenalan lingkungan pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi warga binaan perempuan. Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang saat ini menyelenggarakan beragam program kemandirian, mulai dari membatik, tata boga, menjahit, kerajinan tangan, hingga tata rias dan salon.
Dari aspek yuridis, program pembinaan ini dinilai telah memenuhi mandat normatif Pasal 28C ayat (1) UUD 1945, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999. Namun, dari tinjauan sosiologis, mahasiswa mencatat adanya tantangan struktural yang perlu dibenahi.
“Pelatihan keterampilan ini terbukti memberikan dampak positif pada dimensi ekonomi, psikologis, dan kesiapan mental warga binaan. Namun, kepatuhan terhadap hukum formal saja belum cukup. Diperlukan dukungan sosial berkelanjutan dari masyarakat guna mengikis stigma negatif dan memperluas jaringan pendampingan pascabebas demi menekan risiko residivisme,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam analisisnya.




Praktik Ilmu Falak: Berhasil Tangkap Citra Hilal 30 Muharram 1448 H
Memasuki agenda kedua, rombongan SPL HKI FSH UNSIQ Wonosobo bergeser ke Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo. Di pusat astronomi ini, mahasiswa mendalami metode penentuan arah kiblat dan pengamatan benda langit secara ilmiah menggunakan pendekatan astronomi modern.
Mahasiswa mempraktikkan metode Rashdul Qiblat (kalibrasi arah kiblat memanfaatkan posisi matahari tepat di atas Ka’bah) harian, yang terbukti menjadi solusi praktis, akurat, dan ekonomis untuk memverifikasi arah kiblat di rumah ibadah maupun pemukiman warga.
Puncak dari kunjungan falakiyah ini terjadi pada sore hari saat simulasi rukyatul hilal. Menggunakan instrumen mutakhir observatorium, tim berhasil menangkap dan mendokumentasikan citra hilal penanda akhir bulan pada tanggal 30 Muharram 1448 H / 15 Juli 2026 M tepat pada pukul 17:40:20 WIB dalam kondisi cuaca yang mendukung.
Melalui kegiatan SPL lintas disiplin ini, Prodi Hukum Keluarga UNSIQ Wonosobo berharap para lulusannya tidak hanya menguasai teks hukum di atas kertas, tetapi juga adaptif terhadap realitas sosial kemasyarakatan serta terampil dalam mengaplikasikan sains Islam di tengah masyarakat.
